Rabu, 21 April 2010

Pertemuan III - Kepemimpinan & Komunikasi


KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI

* Dibuat oleh R.M.M Achdiyatma Reza 915062003 *



Neurologi Kepemimpinan
Didalam setiap otak yang ada pada manusia, terdapat bagian-bagian yang mengatur emosi, soft skill, serta skill of knowledge. Lebih dalam lagi, otak dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri fungsinya diantaranya mengatur Pemikiran analistik, logika, bahasa, sains dan matematik sedangkan otak kanan berfungsi untuk mengatur Pemikiran holistik, dan seni. Kepemimpinan sendiri mempunyai arti proses mempengaruhi aktivitas kelompok untuk menentukan tujuan dan mencapainya.

Seorang pemimpin tentunya harus bisa membawa kelompoknya ke arah tujuan dari kelompok tersebut. Berkaitan dengan hal itu, seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinan tentunya tidak bisa lepas dari aspek komunikasi. Bisa diambil contoh disini adalah Presiden dari sebuah negara, bagaimana seorang Presiden menggunakan teknik-teknik komunikasi untuk menjalankan kepemimpinan di dalam suatu negara. Ambil contoh misalnya Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Beliau merupakan orang yang memiliki sifat persahabatan, dan seorang aktivis.

Barrack Obama mempunyai gaya kepemimpinan sendiri, sebenarnya ada beberapa macam gaya kepemimpinan diantaranya :

1.Visioner
Gaya ini menitikberatkan kepada bagaimana seorang pemimpin untuk mengarahkan pengikutnya ke arah tujuan bersama.

2.Pembimbing
Gaya ini lebih ke arah bagaimana membangun hubungan baik dengan organisasinya.

3.Afiliatif
Gaya ini lebih menciptakan suasana yang kondusif dan membuat orang-orang yg berada dibawah pemimpinnya itu merasa nyaman untuk bersama-sama mencapai tujuannya.

4.Demokratis
Gaya ini bersifat demokrasi yaitu bisa menerima kritk dan masukan orang lain untuk kemajuan bersama.

5.Otoriter
Gaya ini mengedepankan penekanan kekuasaan dan mengekang kebebasan dari individu yang ada.


Jadi, untuk menjadi pemimpin yang baik, tentunya bisa memiliki apa yang disebut dengan kecerdasan diri dan emosi. Bisa dilihat dari bagaimana kita mengelola diri, menunjukkan kejujuran, mengatur emosi supaya jangan meledak ledak, tahu langkah yang diambil dan siap untuk bertindak. Kemudian adalah bagaimana kita mengetahui kompetensi pribadi. Setelah itu mengetahui kompetensi sosial yaitu bagaimana kita menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Apabila ada yang mengalami kesulitan, kita bersedia untuk membantu. Selanjutnya adalah bagaimana kita bisa mempertahankan hubungan yang udah ada untuk memberikan semangat motivasi untuk kearah tujuan yang sama di dalam organisasi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar