
PROBLEM JURNALISME WARGA
( Oleh Agus Sudibyo - Dewan Pers )
* Dikerjakan bersama - sama. *
Jurnalisme Warga Jurnalisme warga yang sering diartikan sebagai berita yang dikirim untuk media oleh warga biasa tanpa latar belakang jurnalisme merupakan konsep yang berbeda dengan public journalism/jurnalisme publik. Jurnalisme publik, yang sering dipakai bergantian dengan civic journalism, pada dasarnya dikembangkan oleh wartawan profesional menyikapi meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap media dan kesinisan publik terhadap politik di Amerika Serikat sekitar tahun1988. Kritik pedas terhadap standar dan arogansi media membawa media berpikir tentang fungsi dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan bagaimana, wartawan lebih responsif dengan masalah yang menjadi perhatian masyarakat, inilah yang dikenal sebagai jurnalisme publik.
Civic journalism (digunakan secara bergantian dengan jurnalisme publik) mencoba mendefinisi ulang nilai berita, mempertanyakan nilai objektivitas dan imparsialitas, mendorong keterlibatan wartawan lebih besar sebagai peserta aktif dalam masyarakat, dan menginginkan praktik jurnalisme yang mencerminkan keragaman kultural di masyarakat Amerika.Kemunculan gerakan civic journalism merupakan reaksi terhadap jurnalisme konvensional yang menghiraukan kewajiban untuk mewakili kepentingan pembacanya, dan dalam tingkat tertentu menjadi alat mengeruk keuntungan semata.
Media memegang peranan yang vital dalam jurnalisme warga, media memiliki fungsi sebagai :
- Ruang Publik
Yang dimaksud disni sebagai ruang publik adalah suatu tempat yang dimana publik dapat menagakses dengan bebas berbagai macam informasi, salaha satu contoh media sebagai ruang publik adalah media online, semisal kompas.com atau Facebook. Di dua contoh ini semua warga bisa mengakses semua informasi yang ada, oleh karena itu ini disebut dengan ruang publik.
- Institusi Sosial
Media adalah suatu institusi sosial, media merupakan suatu organisasi, organisasi sosial yang mencari, menelusuri dan mencari berita lalu mempublikasikannya kepada warga.
Isi media sebagai ruang publik :
Media sebagai ruang publik memilii dua komponen di dalamnya, yaitu; 1. Berita 2. Non Berita.
1. Berita, berita contohnya adalah wawancara oleh wartawan dengan nara sumber terkait, talkshow . Parameter dari berita adalah memiliki nilai berita dan kode etik yang harus dipatuhi.
2. Non Berita, di sini yang termasuk sebagai non berita adalah, opini, surat pembaca, tajuk rencana. Parameter non berita harus memiliki kepantasan sebagai ruang publik, proporsional dalam menyampaikan berita, dan tetap patuh kepada kode etik jurnalisme.
Tajuk Rencana, tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar